PRAKTEK DAN DAMPAK SISTEM EKONOMI KAPITALIS
DAN EKONOMI SOSIALIS
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembahasan tentang
ekonomi dan permasalahannya, seperti tidak akan lekang di makan zaman. Entah
itu dalam tingkat yang paling sederhana ekonomi rumah tangga, ataupun dalam
tataran yang lebih luas, dalam konteks ekonomi negara misalnya. Dalam ekonomi,
terdapat berbagai macam sistem yang merupakan hasil dari kemampuan untuk
menginterpretasikan yang berbeda-beda sesuai dengan kultur dan lingkungan yang
mempengaruhi cara berfikir untuk menemukan sebuah sitem.
Sistem perkonomian
oleh suatu negara atau
pemerintah digunakan untuk memecahkan berbagai
macam permasalahan yang berkaitan
dengan ekonomi yang dialaminya, Jika ditinjau sampai dari
dahulu saat sekarang dapat
dikatan belum ada sistem
ekonomi yang sempurna
yang menjadi solusi dalam
rangka menyelesaikan persoalan bangsa
dan negara khususnya dalam
hal pemerataan dan keadilan bagi masyarakat secara luas. ). Jika
menengok sejarah, sistem ekonomi negara-negara di dunia ini secara garis besar
telah didominasi oleh dua sistem ekonomi, yaitu sistem ekonomi
sosialis dan sistem ekonomi kapitalis.[1]
Hal yang
paling mendasar dari
kedua sistem ini adalah
masih adanya aspek kedholiman. Pada
sistem ekonomi kapitalis, masyarakat
kecil selaku buruh mendapatkan perlakukan
semena-mena dari pemilik modal,
terutama kebijakan upah dan lain
sebagainya. Sedangkan pada sistem
ekonomi sosialis, hakhak
individu yang seharusnya dapat
ia miliki tidak diperbolehkan oleh
pemerintah.[2]
Sistem perekonomian
adalah sistem yang di gunakan suatu negara dalam memecahkan berbagai
permasalahan ekonomi yang dialami oleh negara tersebut. Perbedaan yang mendasar
antara sebuah sistem ekonomi dangan sistem ekonomi lainya adalah bagaimana cara
sistem tersebut mengatur faktor produksinya.
B.
Rumusan Masalah.
1.
Pengertian Sistem Ekonomi.
2.
Sistem Ekonomi Kapitalis, ciri-ciri, kelemahan dan kekurangannya,
3.
Negara-Negara Penganut Sistem Ekonomi Kapitalis.
4.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi adalah suatu aturan dan tata
cara untuk mengatur perilaku masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi untuk
menraih suatu tujuan. Sistem perekonomian di setiap negara dipengaruhi oleh
beberapa faktor, antara lain ideologi
bangsa, sifat dan jati diri bangsa, dan struktur ekonomi.
Sistem ekonomi
pada dasarnya mengarah pada tujuan-tujuan yang sama seperti berikut ini:
1) Mencapai tingkat kemakmuran dan kesejahteraan
masyarakat.
2) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
3) Mencapai kestabilan ekonomi dengan kesempatan
kerja yang luas.
4) Mengurangi jumlah pengangguran.
5) Pemerataan pendapatan diantara bebagai
golongan dan lapisan masyarakat.
B.
Sistem Ekonomi Kapitalis
Istilah "kapitalisme" pada awalnya merupakan salah satu
celaan yang di ciptakan dan di edarkan oleh sosialis pada abad ke-19. Adam
Smith – seabad sebelumnya menggambarkan masyarakat kapitalis dengan sebutan
'individualis-individualis ekonomi. Bisnis dalam masyarakat kapitalis,
dijalankan sebagian besar perusahaan-perusahaan swasta pengejar profit,
sedangkan perlengkapan produksi (lahan, mesin, bangunan) dimiliki secara
pribadi.[3]
Selanjutnya pengertian ekonomi kapitalis adalah suatu sistem yang memberikan
kebebasan yang cukup besar bagi pelaku-pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan
yang terbaik bagi kepentingan individual atas sumberdaya ekonomi atau faktor
produksi. Dalam hal ini campur tangan pemerintah sangat minim, sebab pemerintah
berkedudukan sebagai "pengamat" dan "pelindung" dalam
perekonomian.[4]
Seperti sistem ekonomi lainya, kapitalisme juga mengandung unsur
pokok yang merupakan semangat atau pandangan ekonomi jumlah dari keseluruhan
tujuan, motif, dan prinsip. Motif dan prinsip ini di dominasi oleh tiga
gagasan: perolehan, persaingan, dan rasionalitas. Sesungguhnya, kapitalisme
yang kita hadapi dewasa ini mendewakan uang atau kediktatoran dolar.
Demikianlah G.G. Wells berkata: "Kapitalisme adalah sesuatu yang tidak
dapat di definisikan, tetapi pada umumnya kita menyebutnya sebagai sistem
kapitalis – suatu kompleks kebiasaan tradisional, energi perolehan yang tidak
terkendalikan, dan kesempatan jahat serta pemborosan hidup".[5]
Kapitalisme di anggap paham bagi para pemilik modal yang
mengagungkan persaingan bebas atau kompetisi sebanyak-banyaknya menumpuk modal
melalui produksi barang dan penemuan-penemuan teknologi dengan tidak
memperdulikan kenyataan perusahaan yang ada di sekitarnya.
Sistem ekonomi kapitalis di bangun berdasarkan 3 pilar utama yaitu
:
1.
Problem kelangkaan relative (scarcity problem), yang terjadi
pada barang dan jasa yang terkait dengan kebutuhan-kebutuhan manusia, dengan
kata lain barang barang yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan manusia.
2.
Nilai (value) suatu barang yang diproduksi.
3.
Harga (price) serta fungsinya yang di mainkan dalam
produksi, konsumsi,dan distribusi. Bagi kaum kapitalisme, harga adalah alat
pengendali dalam sistem ekonomi kapitalis.[6]
Sebagai suatu sistem ekonomi, kapitalisme memiliki beberapa
ciri-ciri:
1.
Pemilikan tanah dan modal secara individual atau pribadi maupun
perusahaan-perusahaan.
2.
Penumpukan modal melalui inovasi teknologi dan peningkatan
produksi.[7]
3.
Tidak ada perencanaan, Para ahli ekonomi negeri kapitalis terutama
bersandar pada tindakan individual yang bebas (tapi saling bergantung) dari
jutaan ekonomi pribadi. Tindakan ini tidak terkodinasi oleh suatu rencana
pusat. Harga pasar yang dijadikan dasar keputusan pada umumnya tidak di
tentukan oleh pemerintah dalam kondisi yang bersaing semua hal ini adalah hasil
dari kekuatan pasar.
4.
Kebebasan untuk menabung dan menginvestasi, Dalam kapitalisme hak
untuk menabung didukung dan ditingkatkan oleh hak untuk mewariskan kekayaan. Karena
itu kebebasan untuk menabung, mewarisi, dan untuk menumpuk kekayaan lebih
merupakan ciri khas kapitalisme daripada pilihan bebas akan konsumsi dan
kegiatan. Dalam suatu ekonomi kapitalis, para pengusaha yang hendak mengambil
keuntungan dari investasi berusaha untuk dapat menggunakan dulu dana yang telah
di himpun para penabung perorangan, dan menawarkan untuk membayar bunga dari
hasil investasi mereka. Dengan cara ini, terbentuklah suku bunga pasar. Menurut
kaum kapitalis, suku bunga pasar dapat memenuhi kebutuhan sosial akan suatu
rintangan guna melindungi sumber daya untuk memenuhi konsumsi dewasa ini agar
jangan sampai habis di masa depan.
5.
Persaingan dan Monopoli, Struktur utama kapitalis adalah struktur
bersaing, hal tersebut sangat di perlukan bila seluruh proses produksi dan
distribusi di atur oleh kekuatan pasar. Ada tiga sebab mengapa persaingan tidak
berhasil mengatur bisnis secara memuaskan. Pertama, para pengusaha yang tidak
bermoral tidak akan memiliki norma etika yang notabennya penting sekali bagi
persaingan yang jujur. Kedua, persaingan bebas tidak berarti persaingan
sederajat. Jelaslah orang yang memiliki modal untuk memulai berada dalam posisi
yang lebih baik daripada orang yang tidak punya modal. Ketiga, persaingan
seperti itu di benci oleh para pesaing sehingga cepat atau lambat, mereka akan
berusaha untuk menghindarinya dengan membentuk suatu monopoli. Kecenderungan
monopolistis merupakan ciri utama dari kapitalis .[8]
Kelebihan dari sistem ekonomi kapitalis, yaitu,:
a.
Mendorong aktivitas ekonomi secara signifikan. Kebebasan berusaha
bagi individu akan mendorong kreativitas dan aktivitas ekonomi yang mengarah
pada produktivitas masyarakat.
b.
Mendorong motivasi pelaku ekonomi mencapai prestasi terbaik.
Dorongan motivasi untuk meraih keuntungan akan mamacu semangat untuk melakukan
inovasi pada berbagai kegiatan ekonomi sehingga kegiatan ekonomi akan semakin
efisien.
Kekurangan dari
sistem ekonomi kapitalis :
a.
Akan terjasi penumpukan harta. Persaingan bebas yang tak terbatas
menimbulkan gangguan dan tatanan ekonomi antara lain penumpukan harta,
distribusi kekayaan yang tidak merata dan lain sebagainya.
b.
Akan menimbulkan sifat individualisme yang berlebihan.
Kepentingan-kepentingan individu untuk memperoleh keuntungan akan menimbulkan
perpecahan di tengah-tengah masyarakat.
c.
Lunturnya sifat kerjasama.
d.
Menimbulkan pertentangan sosial antar kelas dalam masyarakat.
Timbulnya pertentangan seperti antar majikan dan karyawan, pemilik lahan
pertanian dan penggarap dan lain sebagainya. Karena masing-masing berdiri atas
dasar kepentingan individu yang saling bertentangan dengan yang lain.
e.
Akan melahirkan sikap hidup yang tidak memperhatikan nilai-nilai
moral sosial dan agama. Karena akan adanya budaya korupsi, kolusi menjadi
bagian dari kegiatan bisnisnya.
Salah satu pokok pikiran kapitalisme yang memberi kebebasan bagi
setiap orang dalam aktivitas ekonomi, tidak serta merta menjadikan masyarakat
menjadi makmur dan sejahtera. Sebaliknya, memunculkan berbagai ketimpangan
sosial. Diantara kelemahan sistem kapitalis antara lain:
1.
Munculnya kesenjangan perimbangan dalam distribusi antar individu
dan sarana-sarana produksi hanya akan terkumpul pada satu kelompok. Pengaruh
semangat materialis akan membagi masyarakat ke dalam dua kelompok, golongan
kaya dan miskin.
2.
Timbulnya krisis dan merajalelanya kejahatan karena meningkatnya
pengganguran yang disebabkan banyaknya produsen yang berhenti berproduksi dan
menutup pabrik. Hal ini disebabkan karena produsen komoditas sebagai kebutuhan
mewah tertentu meningkat demi memenuhi kebutuhan-kebutuhan pemilik modal besar,
dan langkah ini memaksa pasar untuk menyerapnya.
3.
Meningkatnya praktik monopoli secara empiris aplikatif dan yuridis
sebagai bagian dari usaha untuk melemahkan semangat persaingan. Banyak pihak
dengan sengaja menghancurkan bahan produksi dan melarang bidang pertanian atau
industri beberapa komoditas tertentu dengan tujuan untuk menaikkan harga.
Akibatnya, semangat kerjasama, simpati, persamaan, dan saling menjamin akan
hilang dari kehidupan bermasyarakat.
4.
Kebebasan tanpa batas dalam pekerjaan dan alokasi kekayaan.[9]
Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Kapitalis.
1)
Amerika Serikat
Salah satu budaya politik Amerika adalah sistem perekonomian
kapital. Kapitalisme adalah metode alternative untuk mendistribusikan
keuntungan dan kerugian ekonomi. Kapitalisme mengharuskan pemerintah untuk
terlibat dalam kegiatan ekonomi seminimal mungkin. Bebas berusaha dan
kepercayaan diri adalah prinsip-prinsip dasar dari kapitalisme. Firma atau
perusahaan diperbolehkan untuk beroperasi di pasar bebas dan terbuka, dan
individu-individu diharapkan mampu berusaha dengan inisiatif mereka sendiri
untuk membangun keamanan stabilitas ekonomi mereka. Perusahaan menentukan apa
yang akan mereka produksi dan harga untuk barang dan jasa mereka sementara pembeli
menentukan apa yang akan mereka beli dengan harga berapa.
Amerika serikat tidak secara murni menganut sistem kapitalisme,
karena pemerintah mengambil peran dalam mengatur dan mendorong perekonomian.
Istilah ekonomi campuran ini digunakan dalam menentukan bentuk anasir berbeda
dari sistem ekonomi kombinasi antara elemen sosialis dan kapitalis. Amerika
Serikat mengadopsi lebih banyak elemen kapitalis daripada elemen sosialis.
Karena tradisi individualisme yang kuat, orang amerika cenderung membatasi
tujuan dari tindakan pemerintah dalam bidang ekonomi.
Contoh nya seperti :
Kapitalisme memberikan
dampak yang buruk terhadap masyarakat kelas menengah maupun kelas bawah.
Kenapa? Sistem kapitalisme membuat yang kaya semakin kaya, sedangkan yang
miskin menjadi semakin miskin.
Contohnya pada perusahaan – perusahaan asing yang mulai menjamur
dimana-mana, menggunakan SDA maupun SDM negara itu untuk mencari keuntungan
sebesar-besarnya, sedangkan negaranya tetap miskin, lihat saja PT. Freeport
yang ada di Papua , membuat Amerika semakin kaya dengan emas dari Indonesia
sedangkan penduduk sekitarnya miskin sehingga menimbulkan ketimpangan dan
ketidakadilan sosial.
Jadi menurut saya, sistem kapitalis memang menguntungkan masyarakat
tetapi hanyalah masyarakat kaum borjuis saja atau kalangan yang memiliki modal
tetapi membuat golongan pekerja semakin terjerat kemiskinan.
2)
Inggris
Dilihat dari sudut pandang sejarah, Inggris dikenal luas oleh
publik dunia dengan statusnya yang merupakan Negara penjajah terbesar di dunia
dengan menggunakan sistem pembangunan ekonomi pasar di Negara jajahannya dan
berbagi keuntungan dengan Sang Penjajah. Ini sangat menggambarkan sifat
kapitalisnya yang mengandalkan pasar, ini lebih dikenal dengan istilah Nekolim,
Neokolonialisme-Kolonialisme-Imperialisme.
Karena revolusi industri, Inggris menjadi negara kapitalis dan
berkembang menjadi negara imperialis. Dalam bentuk imperialis modern, yaitu
penguasaan politik atau pemerintahan negara yang dikuasai, melakukan
eksploitasi di bidang ekonomi dan penetrasi di bidang kebudayaan. Bangsa-bangsa
yang di bawah jajahan Inggris pada umumnya menggunakan bahasa Inggris sebagai
bahasa resmi setelah bangsa yang bersangkutan merdeka. Dengan demikian
penetrasi kebudayaan Inggris atas daerah jajahan berhasil. Daerah-daerah yang
dikuasai Inggris antara lain: India, Kanada, Ameriak Utara. Pada masa Ratu
Victoria, imperialis Inggris mencapai puncaknya.
C. Sistem Ekonomi Sosialisme
Sistem ekonomi ini merupakan bentuk resistensi
dari sistem ekonomi sebelumnya yaitu sistem ekonomi kapitalis. Sistem ekonomi
sosialis merupakan kebalikan dari sistem ekonomi kapitalis. Di dalam kegiatan
ekonomi sosialis, individu tetap diberikan kebebasan dalam melakukan kegiatan
ekonomi tetapi sangat terbatas sekali, serta dengan adanya campur tangan
pemerintah yang sangat besar. Pemerintah melakukan campur tangan demi
terwujudnya kemakmuran masyarakat bersama, tetapi di sisi lain kepemilikan
individu di batasi menyebabkan kreativitas individu menurun. Karena dalam
sistem ekonomi sosialis memiliki pandangan bahwa suatu kemakmuran pribadi atau
individu hanya dapat terwujud jika berlandaskan kemakmuran secara bersama-sama.[10]
Ekonomi sosialis lebih mengutamakan semua
masyarakat dengan prinsip kebersamaannya (kolektivitisme), tetapi dalam banyak
hal nyaris
mengabaikan hak-hak ekonomi individu. Istilah "sosialisme" mengacu
pada sistem ekonomi yang menuntut perencaan sentral (pusat) dimana pemerintah
memiliki kontrol langsung dan seutuhnya atas perlengkapan produksi. Kepemilikan
di tekan dan bahkan dinyatakan tidak sah.[11]
Pada sisi lain sistem ekonomi sosialis, yang dibangun oleh komunis‐sosialis
Marxian mencapai puncaknya ketika prinsip dasar dan sistem hak‐hak kepemilikan
menjadi hak bagi negara dan masyarakat. Secara keseluruhan sistem ekonomi sosialis
ini ingin mencoba untuk mengubah ketidaksamaan kekayaan dengan menghapuskan
hak‐hak kebebasan individu dan hak terhadap pemusatan kepemilikan yang
mengakibatkan hilangnya hak dan semangat untuk bekerja lebih giat dan
berkurangnya efisiensi kerja buruh.[12]
pemusatan kepemilikan
Ciri-ciri sitem ekonomi sosialis
1.
Adanya perencanaan
Dalam sosialisme keputusan tentang apa
dan berapa banyak yang di hasilkan tidak lagi di tentukan oleh pertimbangan
laba. Keputusan ini akan tercapai atas dasar kegunaan barang suatu bagi
masyarakat.
2. Distribusi pendapatan
Kaum sosialis mengatakan bahwa
sistem mereka akan membentuk distribusi pendapatan secara lebih merata.
Pernyataan ini di dasarkan atas kenyataan bahwa hal milik negara atas alat
pokok produksi dapat menghapuskan apa yang di sebut pendapatan yang di terima
tanpa kerja oleh orang-orang swasta. Bunga, sewa dan laba di berikan kepada
pemerintah.
3. Perusahaan Negara
Dalam sosialisme, industri tidak dalam tangan perseorangan,
tetapi dikendalikan melalui jenis organisasi umum. Soal ricianya yang tidak
seluruhnya di setujui oleh berbagai kelompok sosialis adalah tentang bagaimana
kiranya organisasi itu. Bagaimanapun pengaturannya.[13]
4. Lebih mengutamakan kebersamaan atau
kolektivitas.
5. Pemerintah memiliki peran sangat besar.[14]
Kelebihan sistem ekonomi sosialis
a.
Semua kegiatan ekonomi di kendalikan pemerintah, sehingga
pemerintah mudah melakukan kontrol atau pengawasan
b.
Tidak ada kesenjangan ekonomi yang mencolok di antara anggota
masyarakat.
c.
Pemerintah mudah dalam mengatur dan melakukan pembentukan harga
pasar atas barang dan jasa.[15]
Kekurangan dari sistem ekonomi sosialis :
a.
Melemahkan bahkan mematikan inisiatif dan kreativitas individu.
b.
Seringkali terjadinya praktek monopoli yang merugikan masyarakat.
c.
Masyarakat tidak memiliki kebebasan di dalam memiliki sumber sumber
daya yang ada.[16]
Prinsip Dasar Sistem Ekonomi Sosialis :
Dalam setiap system yang ada baik itu sosial maupun politik memiliki
sebuah prinsip yang dipegang sebagai suatu acuan untuk tetap menjaga eksistensi
dari sebuah sistem tersebut. Sistem ekonomi sosialis yang memiliki beberapa
prinsip diantaranya sebagai berikut :
·
Seluruh bentuk produksi dan sumber pendapatan menjadi milik
masyarakat secara keseluruhan. Hak individu untuk memiliki harta atau
memanfaatkan produksi tidak diperbolehkan.
·
Kesamaan Ekonomi, bahwa hak-hak individu dalam suatu bidang ekonomi
ditentukan oleh prinsip kesamaan.
·
Disiplin Politik Untuk mencapai tujuan diatas, keseluruhan Negara
diletakkan dibawah peraturan kaum buruh, yang mengambil alih semua aturan
produksi dan distribusi. Kebebasan ekonomi serta hak kepemilikan harta dihapus.
Aturan yang diperlakukan sangat ketat untuk lebih menggefektifkan praktek sosialisme.
Berikut penerapan sistem ekonomi pada 3 negara yang di anggap
paling sosialis di banding negara yang lainya.
1.
China
Pemerintah China memiliki kendali paling
dominan terhadap beberapa penentuan kebijakan dan kegiatan ekonomi di negara
tersebut. Namun untuk beberapa sektor, pemerintah China melakukan efisiensi
terhadap kebijakan yang dulu pernah diterapkan, seperti fasilitas perlindungan
kesehatan yang sekarang tidak di subsidi lagi oleh pemerintah. Ekonomi China
awalnya menganut sistem ekonomi sosialis, namun secara lambat laun sistem
ekonomi ini mengalami perubahan seiring dengan beberapa arah kebijakan yang
ditujukan untuk membangkitkan kembali kestabilan ekonomi.
Saat ini ekonomi China sekilas menganut sistem
ekonomi liberal atau kapitalisme, hal ini terlihat dari berbagai upaya yang
dilakukan pemerintah untuk membuka pasar bebas internasional. Meskipun terdapat
unsur liberal, pemerintah China masih melabeli diri mereka sebagai negara yang
pro terhadap sosialisme. Dari model sistem ekonomi yang seperti ini, sebenarnya
mereka telah meninggalkan bentuk murni dari sistem ekonomi sosialis. Bentuk
soaialis bisa dilihat dari total perusahaan yang ada di China, 70% merupakan
BUMN dan sisanya dikuasai oleh swasta. Pertumbuhan angka perusahaan swasta dari
tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, dan inilah yang menunjukkan adanya
unsur sosialis dan unsur liberal. Dengan perubahan penerapan sistem ekonomi
tersebut berdampak positif bagi perekonomian China yaitu menempatkan negara
China sebagai negara kedua dengan pertumbuhan ekonomi terbesar dunia setelah
Amerika.
2. Korea Utara
Sistem ekonomi sosialis di Korea Utara
terlihat dengan adanya penguasaan dan kendali penuh oleh pemerintah terhadap
seluruh kegiatan ekonomi. Penerapan sistem ekonominya hampir mirip dengan China
namun ada sedikit perbedaan yang tidak akan pernah ditemukan, yaitu tidak
adanya Bursa Efek di Korea Utara. Indikasi ini menunjukkan bahwa negara Korea
Utara sangat tertutup dan tidak mudah untuk membuka penanaman investasi asing
di negaranya, dan bisa dibilang sistem ekonomi Korea Utara lebih sosialis
dibanding dengan China.
Sekitar pertengahan tahun 1975, Korea Utara
mencatat memiliki beberapa kemajuan di banding China pada saat itu, yaitu
secara pendidikan dan produktivitas Korea Utara jauh meninggalkan China. Namun
kenyataannya dalam menjalankan pemerintahannya, negara ini pernah mengalami
beberapa hal yang terburuk dalam sejarahnya, terutama adanya bencana kelaparan
yang melanda rakyatnya. Penerapan sistem ekonomi sosialis di negara Korea Utara
bisa dibilang tidak cukup sukses, mengingat jika dilihat sampai sekarang
pertumbuhan ekonomi negara tersebut mengalami kemunduran dan juga tidak lebih
baik dari negara saudaranya yaitu Korea Selatan.
3.
Kuba
Kuba merupakan salah satu negara sosialis yang paling menonjol di
antara negara lain dalam menerapkan sistem ekonomi sosialis. Jika kita melihat
ciri-ciri negara sosialis, maka semua ciri tersebut hampir seluruhnya dapat
terlihat pada negara Kuba, seperti dominannya peran pemerintah dalam
mengendalikan seluruh kegiatan ekonomi negara, terdapatnya fasilitas kesehatan
yang dibentuk oleh pemerintah untuk rakyatnya, adanya sekolah gratis yang
diberikan untuk rakyat di segala jenjang pendidikan, negara memberikan hunian
untuk rakyatnya dengan program subsidi, dan negara memberikan subsidi untuk
bahan pangan.
Dengan memberikan begitu banyak fasilitas untuk rakyatnya yang
sekilas terlihat bahwa negara sangat memperhatikan dan menjamin nasib
rakyatnya, namun ada sisi buruk dari penerapan sistem ini di Kuba, yaitu
banyaknya fasilitas justru berdampak pada rendahnya upah yang diterima oleh
kaum buruh di negara tersebut. Sama seperti Korea Utara, di Kuba juga tidak
terdapat pasar Bursa Efek, sehingga Kuba menerapkan sistem perdagangan yang
tertutup dari negara lain dan membatasi penanaman investasi asing yang masuk ke
negara Kuba.
Perubahan sistem ekonomi Kuba mulai terjadi pada tahun 2010, dimana
sistem yang mereka anut hingga sekarang menerapkan sistem ekonomi ganda, yaitu
sistem ekonomi sosialis untuk beberapa sektor tertentu, dan sistem ekonomi
campuran. Dengan menerapkan dual sistem ini, Kuba mencoba untuk melakukan
revolusi untuk mewujudkan pasar bebas dengan membuka kegiatan ekspor impor
dengan dunia internasional dan memanfaatkan kekayaan pariwisata. Alasan lain
terjadinya perubahan sistem ekonomi adalah karena beban negara dalam memberikan
dana subsidi yang begitu besar untuk beragam sektor yang ada dalam negara.
Hancurnya Uni
Soviet merupakan titik dimana sistem ekonomi sosialis dianggap gagal, bahkan
beberapa negara pecahan Uni Soviet tidak menerapkan sistem ekonomi sosialis
lagi. Contohnya China meski mereka menyebut dirinya sosialis namun paham yang
mereka terapkan merupakan beberapa prinsip yang menggabungkan antara sosialis
dan kapitalis, sehingga perubahan sistem ini mampu membawa China menjadi negara
kedua dengan pertumbuhan ekonomi terbesar dunia.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas dapat kita ambil bahwasanya semua
sistem ekonomi itu bagus. Semua sistem ekonomi mempunyai kelebihan dan
kekurangan masing-masing
Seperti sistem ekonomi kapitalis ynng dimana seluruh kegiatan
ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya
kepada mekanisme pasar. Sedangkan sistem ekonomi sosialis dibuat untuk menolong
masyarakat yang kurang beruntung dan tertindas dengan sedikit bergantung pada
campur tangan pemerintah. Pinsip sosialis adalah dihapusnya sistem kepemilikan
individu. kepemilikan diserahkan sepenuhnya kepada Negara.
DAFTAR PUSTAKA
[1]Dicky Sumarso, "Sistem
Perekonomian Negara Negara di Dunia", Jurnal Akutansi dan Pajak,
Vol.16, No.02, Januari 2016, h. 20
[2]Dicky Sumarso, "Sistem Perekonomian
Negara Negara di Dunia", Jurnal Akutansi dan Pajak, Vol.16, No.02, Januari
2016, h. 21
[3]Amin Suma, Menggali Akar Mengurai Serat
Ekonomi Dan Keuangan Islam, (Cet. I Jakarta:Kholam Publising,2008), h. 143.
[4]Agustianti "Sistem Ekonomi
Kapitalisme" Academica. Vol 1, No 2, (2009).
[5]Muhammad Abdul Mannan. Teori dan Praktek
Ekonomi Islam, (Yogyakarta:Dana Bhakti Prima Yasa,2011), h. 311-312.
[6]Hafidz Abdur Rahman, Muqaddimah Sistem
Ekonomi Islam, (cet ke I Bogor:Al-Azhar press,2011), h. 13.
[7] Efriza, ILMU POLITIK Dari Ilmu Politik
Sampai Sistem Pemerintahan, (Bandung:Alfabeta,2008), h. 105.
[9]Indah Piliyanti, Menggugat Sistem Kapitalisme, Jurnal Ekonomi
Islam,Vol.3,No.1, Juli 2009.
[10]Muhammad Tho'in, "Konsep Ekonomi Jalan
Tengah" (Kapitalis-Sosialis), JURNAL ILMIAH EKONOMI
ISLAM,Vol.01,No.03, November 2015, h. 125.
[11]Amin Suma, Menggali Akar Mengurai Serat
Ekonomi Dan Keuangan Islam…, h. 145.
[12]Ambok Pangiuk, "Kepemilikan
Kapitalis dan Sosialis" (Konsep Tauhid Dalam Sistem Islam), Jurnal Kajian
Ekonomi Islam dan Kemasyarakatan,vol.4,No.2, Desember 2011.
[14]Muhammad Tho'in,
"Konsep Ekonomi Jalan Tengah" (Kapitalis-Sosialis)…, h.125.
[16]Muhammad Tho'in,
"Konsep Ekonomi Jalan Tengah" (Kapitalis-Sosialis).
No comments:
Post a Comment