Friday, January 10, 2020

perbedaan dan dampak Sistem ekonomi di Dunia Kapitalis dan Sosialis


PRAKTEK DAN DAMPAK SISTEM EKONOMI KAPITALIS DAN EKONOMI SOSIALIS



BAB I
                            PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pembahasan tentang ekonomi dan permasalahannya, seperti tidak akan lekang di makan zaman. Entah itu dalam tingkat yang paling sederhana ekonomi rumah tangga, ataupun dalam tataran yang lebih luas, dalam konteks ekonomi negara misalnya. Dalam ekonomi, terdapat berbagai macam sistem yang merupakan hasil dari kemampuan untuk menginterpretasikan yang berbeda-beda sesuai dengan kultur dan lingkungan yang mempengaruhi cara berfikir untuk menemukan sebuah sitem.
Sistem  perkonomian  oleh  suatu negara  atau  pemerintah  digunakan  untuk memecahkan  berbagai  macam permasalahan  yang  berkaitan  dengan ekonomi  yang  dialaminya, Jika  ditinjau sampai  dari  dahulu saat  sekarang  dapat  dikatan  belum  ada sistem  ekonomi  yang  sempurna  yang menjadi  solusi  dalam  rangka menyelesaikan  persoalan  bangsa  dan negara  khususnya  dalam  hal  pemerataan dan keadilan  bagi masyarakat secara luas. ).  Jika menengok sejarah, sistem ekonomi negara-negara di dunia ini secara garis besar telah didominasi oleh dua sistem ekonomi, yaitu sistem  ekonomi  sosialis  dan  sistem ekonomi  kapitalis.[1]
Hal  yang  paling  mendasar  dari  kedua sistem  ini  adalah  masih  adanya  aspek kedholiman.  Pada  sistem  ekonomi kapitalis,  masyarakat  kecil  selaku  buruh mendapatkan  perlakukan  semena-mena dari  pemilik  modal,  terutama  kebijakan upah dan lain sebagainya. Sedangkan pada sistem  ekonomi  sosialis,  hakhak  individu yang  seharusnya  dapat  ia  miliki  tidak diperbolehkan  oleh  pemerintah.[2]
Sistem perekonomian adalah sistem yang di gunakan suatu negara dalam memecahkan berbagai permasalahan ekonomi yang dialami oleh negara tersebut. Perbedaan yang mendasar antara sebuah sistem ekonomi dangan sistem ekonomi lainya adalah bagaimana cara sistem tersebut mengatur faktor produksinya.

B.     Rumusan Masalah.
1.      Pengertian Sistem Ekonomi.
2.      Sistem Ekonomi Kapitalis, ciri-ciri, kelemahan dan kekurangannya,
3.      Negara-Negara Penganut Sistem Ekonomi Kapitalis.
4.       


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi adalah suatu aturan dan tata cara untuk mengatur perilaku masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi untuk menraih suatu tujuan. Sistem perekonomian di setiap negara dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ideologi  bangsa, sifat dan jati diri bangsa, dan struktur ekonomi.
Sistem ekonomi pada dasarnya mengarah pada tujuan-tujuan yang sama seperti berikut ini:
1)      Mencapai tingkat kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
2)      Meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
3)      Mencapai kestabilan ekonomi dengan kesempatan kerja yang luas.
4)      Mengurangi jumlah pengangguran.
5)      Pemerataan pendapatan diantara bebagai golongan dan lapisan masyarakat.


B.     Sistem Ekonomi Kapitalis

Istilah "kapitalisme" pada awalnya merupakan salah satu celaan yang di ciptakan dan di edarkan oleh sosialis pada abad ke-19. Adam Smith – seabad sebelumnya menggambarkan masyarakat kapitalis dengan sebutan 'individualis-individualis ekonomi. Bisnis dalam masyarakat kapitalis, dijalankan sebagian besar perusahaan-perusahaan swasta pengejar profit, sedangkan perlengkapan produksi (lahan, mesin, bangunan) dimiliki secara pribadi.[3] Selanjutnya pengertian ekonomi kapitalis adalah suatu sistem yang memberikan kebebasan yang cukup besar bagi pelaku-pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan yang terbaik bagi kepentingan individual atas sumberdaya ekonomi atau faktor produksi. Dalam hal ini campur tangan pemerintah sangat minim, sebab pemerintah berkedudukan sebagai "pengamat" dan "pelindung" dalam perekonomian.[4]
Seperti sistem ekonomi lainya, kapitalisme juga mengandung unsur pokok yang merupakan semangat atau pandangan ekonomi jumlah dari keseluruhan tujuan, motif, dan prinsip. Motif dan prinsip ini di dominasi oleh tiga gagasan: perolehan, persaingan, dan rasionalitas. Sesungguhnya, kapitalisme yang kita hadapi dewasa ini mendewakan uang atau kediktatoran dolar. Demikianlah G.G. Wells berkata: "Kapitalisme adalah sesuatu yang tidak dapat di definisikan, tetapi pada umumnya kita menyebutnya sebagai sistem kapitalis – suatu kompleks kebiasaan tradisional, energi perolehan yang tidak terkendalikan, dan kesempatan jahat serta pemborosan hidup".[5]
Kapitalisme di anggap paham bagi para pemilik modal yang mengagungkan persaingan bebas atau kompetisi sebanyak-banyaknya menumpuk modal melalui produksi barang dan penemuan-penemuan teknologi dengan tidak memperdulikan kenyataan perusahaan yang ada di sekitarnya.
Sistem ekonomi kapitalis di bangun berdasarkan 3 pilar utama yaitu :
1.      Problem kelangkaan relative (scarcity problem), yang terjadi pada barang dan jasa yang terkait dengan kebutuhan-kebutuhan manusia, dengan kata lain barang barang yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan manusia.
2.      Nilai (value) suatu barang yang diproduksi.
3.      Harga (price) serta fungsinya yang di mainkan dalam produksi, konsumsi,dan distribusi. Bagi kaum kapitalisme, harga adalah alat pengendali dalam sistem ekonomi kapitalis.[6]
Sebagai suatu sistem ekonomi, kapitalisme memiliki beberapa ciri-ciri:
1.      Pemilikan tanah dan modal secara individual atau pribadi maupun perusahaan-perusahaan.
2.      Penumpukan modal melalui inovasi teknologi dan peningkatan produksi.[7]
3.      Tidak ada perencanaan, Para ahli ekonomi negeri kapitalis terutama bersandar pada tindakan individual yang bebas (tapi saling bergantung) dari jutaan ekonomi pribadi. Tindakan ini tidak terkodinasi oleh suatu rencana pusat. Harga pasar yang dijadikan dasar keputusan pada umumnya tidak di tentukan oleh pemerintah dalam kondisi yang bersaing semua hal ini adalah hasil dari kekuatan pasar.
4.      Kebebasan untuk menabung dan menginvestasi, Dalam kapitalisme hak untuk menabung didukung dan ditingkatkan oleh hak untuk mewariskan kekayaan. Karena itu kebebasan untuk menabung, mewarisi, dan untuk menumpuk kekayaan lebih merupakan ciri khas kapitalisme daripada pilihan bebas akan konsumsi dan kegiatan. Dalam suatu ekonomi kapitalis, para pengusaha yang hendak mengambil keuntungan dari investasi berusaha untuk dapat menggunakan dulu dana yang telah di himpun para penabung perorangan, dan menawarkan untuk membayar bunga dari hasil investasi mereka. Dengan cara ini, terbentuklah suku bunga pasar. Menurut kaum kapitalis, suku bunga pasar dapat memenuhi kebutuhan sosial akan suatu rintangan guna melindungi sumber daya untuk memenuhi konsumsi dewasa ini agar jangan sampai habis di masa depan.
5.      Persaingan dan Monopoli, Struktur utama kapitalis adalah struktur bersaing, hal tersebut sangat di perlukan bila seluruh proses produksi dan distribusi di atur oleh kekuatan pasar. Ada tiga sebab mengapa persaingan tidak berhasil mengatur bisnis secara memuaskan. Pertama, para pengusaha yang tidak bermoral tidak akan memiliki norma etika yang notabennya penting sekali bagi persaingan yang jujur. Kedua, persaingan bebas tidak berarti persaingan sederajat. Jelaslah orang yang memiliki modal untuk memulai berada dalam posisi yang lebih baik daripada orang yang tidak punya modal. Ketiga, persaingan seperti itu di benci oleh para pesaing sehingga cepat atau lambat, mereka akan berusaha untuk menghindarinya dengan membentuk suatu monopoli. Kecenderungan monopolistis merupakan ciri utama dari kapitalis .[8]

Kelebihan dari sistem ekonomi kapitalis, yaitu,:
a.       Mendorong aktivitas ekonomi secara signifikan. Kebebasan berusaha bagi individu akan mendorong kreativitas dan aktivitas ekonomi yang mengarah pada produktivitas masyarakat.
b.      Mendorong motivasi pelaku ekonomi mencapai prestasi terbaik. Dorongan motivasi untuk meraih keuntungan akan mamacu semangat untuk melakukan inovasi pada berbagai kegiatan ekonomi sehingga kegiatan ekonomi akan semakin efisien.

Kekurangan dari sistem ekonomi kapitalis :
a.       Akan terjasi penumpukan harta. Persaingan bebas yang tak terbatas menimbulkan gangguan dan tatanan ekonomi antara lain penumpukan harta, distribusi kekayaan yang tidak merata dan lain sebagainya.
b.      Akan menimbulkan sifat individualisme yang berlebihan. Kepentingan-kepentingan individu untuk memperoleh keuntungan akan menimbulkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat.
c.       Lunturnya sifat kerjasama.
d.      Menimbulkan pertentangan sosial antar kelas dalam masyarakat. Timbulnya pertentangan seperti antar majikan dan karyawan, pemilik lahan pertanian dan penggarap dan lain sebagainya. Karena masing-masing berdiri atas dasar kepentingan individu yang saling bertentangan dengan yang lain.
e.       Akan melahirkan sikap hidup yang tidak memperhatikan nilai-nilai moral sosial dan agama. Karena akan adanya budaya korupsi, kolusi menjadi bagian dari kegiatan bisnisnya.

Salah satu pokok pikiran kapitalisme yang memberi kebebasan bagi setiap orang dalam aktivitas ekonomi, tidak serta merta menjadikan masyarakat menjadi makmur dan sejahtera. Sebaliknya, memunculkan berbagai ketimpangan sosial. Diantara kelemahan sistem kapitalis antara lain:
1.      Munculnya kesenjangan perimbangan dalam distribusi antar individu dan sarana-sarana produksi hanya akan terkumpul pada satu kelompok. Pengaruh semangat materialis akan membagi masyarakat ke dalam dua kelompok, golongan kaya dan miskin.
2.      Timbulnya krisis dan merajalelanya kejahatan karena meningkatnya pengganguran yang disebabkan banyaknya produsen yang berhenti berproduksi dan menutup pabrik. Hal ini disebabkan karena produsen komoditas sebagai kebutuhan mewah tertentu meningkat demi memenuhi kebutuhan-kebutuhan pemilik modal besar, dan langkah ini memaksa pasar untuk menyerapnya.
3.      Meningkatnya praktik monopoli secara empiris aplikatif dan yuridis sebagai bagian dari usaha untuk melemahkan semangat persaingan. Banyak pihak dengan sengaja menghancurkan bahan produksi dan melarang bidang pertanian atau industri beberapa komoditas tertentu dengan tujuan untuk menaikkan harga. Akibatnya, semangat kerjasama, simpati, persamaan, dan saling menjamin akan hilang dari kehidupan bermasyarakat.
4.      Kebebasan tanpa batas dalam pekerjaan dan alokasi kekayaan.[9]


Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Kapitalis.
1)      Amerika Serikat
Salah satu budaya politik Amerika adalah sistem perekonomian kapital. Kapitalisme adalah metode alternative untuk mendistribusikan keuntungan dan kerugian ekonomi. Kapitalisme mengharuskan pemerintah untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi seminimal mungkin. Bebas berusaha dan kepercayaan diri adalah prinsip-prinsip dasar dari kapitalisme. Firma atau perusahaan diperbolehkan untuk beroperasi di pasar bebas dan terbuka, dan individu-individu diharapkan mampu berusaha dengan inisiatif mereka sendiri untuk membangun keamanan stabilitas ekonomi mereka. Perusahaan menentukan apa yang akan mereka produksi dan harga untuk barang dan jasa mereka sementara pembeli menentukan apa yang akan mereka beli dengan harga berapa.
Amerika serikat tidak secara murni menganut sistem kapitalisme, karena pemerintah mengambil peran dalam mengatur dan mendorong perekonomian. Istilah ekonomi campuran ini digunakan dalam menentukan bentuk anasir berbeda dari sistem ekonomi kombinasi antara elemen sosialis dan kapitalis. Amerika Serikat mengadopsi lebih banyak elemen kapitalis daripada elemen sosialis. Karena tradisi individualisme yang kuat, orang amerika cenderung membatasi tujuan dari tindakan pemerintah dalam bidang ekonomi.
Contoh nya seperti :
   Kapitalisme memberikan dampak yang buruk terhadap masyarakat kelas menengah maupun kelas bawah. Kenapa? Sistem kapitalisme membuat yang kaya semakin kaya, sedangkan yang miskin menjadi semakin miskin.
Contohnya pada perusahaan – perusahaan asing yang mulai menjamur dimana-mana, menggunakan SDA maupun SDM negara itu untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya, sedangkan negaranya tetap miskin, lihat saja PT. Freeport yang ada di Papua , membuat Amerika semakin kaya dengan emas dari Indonesia sedangkan penduduk sekitarnya miskin sehingga menimbulkan ketimpangan dan ketidakadilan sosial.
Jadi menurut saya, sistem kapitalis memang menguntungkan masyarakat tetapi hanyalah masyarakat kaum borjuis saja atau kalangan yang memiliki modal tetapi membuat golongan pekerja semakin terjerat kemiskinan.
2)      Inggris
Dilihat dari sudut pandang sejarah, Inggris dikenal luas oleh publik dunia dengan statusnya yang merupakan Negara penjajah terbesar di dunia dengan menggunakan sistem pembangunan ekonomi pasar di Negara jajahannya dan berbagi keuntungan dengan Sang Penjajah. Ini sangat menggambarkan sifat kapitalisnya yang mengandalkan pasar, ini lebih dikenal dengan istilah Nekolim, Neokolonialisme-Kolonialisme-Imperialisme.
Karena revolusi industri, Inggris menjadi negara kapitalis dan berkembang menjadi negara imperialis. Dalam bentuk imperialis modern, yaitu penguasaan politik atau pemerintahan negara yang dikuasai, melakukan eksploitasi di bidang ekonomi dan penetrasi di bidang kebudayaan. Bangsa-bangsa yang di bawah jajahan Inggris pada umumnya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi setelah bangsa yang bersangkutan merdeka. Dengan demikian penetrasi kebudayaan Inggris atas daerah jajahan berhasil. Daerah-daerah yang dikuasai Inggris antara lain: India, Kanada, Ameriak Utara. Pada masa Ratu Victoria, imperialis Inggris mencapai puncaknya.


C.    Sistem Ekonomi Sosialisme
Sistem ekonomi ini merupakan bentuk resistensi dari sistem ekonomi sebelumnya yaitu sistem ekonomi kapitalis. Sistem ekonomi sosialis merupakan kebalikan dari sistem ekonomi kapitalis. Di dalam kegiatan ekonomi sosialis, individu tetap diberikan kebebasan dalam melakukan kegiatan ekonomi tetapi sangat terbatas sekali, serta dengan adanya campur tangan pemerintah yang sangat besar. Pemerintah melakukan campur tangan demi terwujudnya kemakmuran masyarakat bersama, tetapi di sisi lain kepemilikan individu di batasi menyebabkan kreativitas individu menurun. Karena dalam sistem ekonomi sosialis memiliki pandangan bahwa suatu kemakmuran pribadi atau individu hanya dapat terwujud jika berlandaskan kemakmuran secara bersama-sama.[10]  
Ekonomi sosialis lebih mengutamakan semua masyarakat dengan prinsip kebersamaannya (kolektivitisme), tetapi dalam banyak hal nyaris mengabaikan hak-hak ekonomi individu. Istilah "sosialisme" mengacu pada sistem ekonomi yang menuntut perencaan sentral (pusat) dimana pemerintah memiliki kontrol langsung dan seutuhnya atas perlengkapan produksi. Kepemilikan di tekan dan bahkan dinyatakan tidak sah.[11]
Pada sisi lain sistem ekonomi sosialis, yang dibangun oleh komunis‐sosialis Marxian mencapai puncaknya ketika prinsip dasar dan sistem hak‐hak kepemilikan menjadi hak bagi negara dan masyarakat. Secara keseluruhan sistem ekonomi sosialis ini ingin mencoba untuk mengubah ketidaksamaan kekayaan dengan menghapuskan hak‐hak kebebasan individu dan hak terhadap pemusatan kepemilikan yang mengakibatkan hilangnya hak dan semangat untuk bekerja lebih giat dan berkurangnya efisiensi kerja buruh.[12]
pemusatan kepemilikan
Ciri-ciri sitem ekonomi sosialis
1.      Adanya perencanaan
Dalam sosialisme keputusan tentang apa dan berapa banyak yang di hasilkan tidak lagi di tentukan oleh pertimbangan laba. Keputusan ini akan tercapai atas dasar kegunaan barang suatu bagi masyarakat.
2.      Distribusi pendapatan
Kaum sosialis mengatakan bahwa sistem mereka akan membentuk distribusi pendapatan secara lebih merata. Pernyataan ini di dasarkan atas kenyataan bahwa hal milik negara atas alat pokok produksi dapat menghapuskan apa yang di sebut pendapatan yang di terima tanpa kerja oleh orang-orang swasta. Bunga, sewa dan laba di berikan kepada pemerintah.
3.      Perusahaan Negara
Dalam sosialisme, industri tidak dalam tangan perseorangan, tetapi dikendalikan melalui jenis organisasi umum. Soal ricianya yang tidak seluruhnya di setujui oleh berbagai kelompok sosialis adalah tentang bagaimana kiranya organisasi itu. Bagaimanapun pengaturannya.[13]
4.      Lebih mengutamakan kebersamaan atau kolektivitas.
5.      Pemerintah memiliki peran sangat besar.[14]




Kelebihan sistem ekonomi sosialis
a.       Semua kegiatan ekonomi di kendalikan pemerintah, sehingga pemerintah mudah melakukan kontrol atau pengawasan
b.      Tidak ada kesenjangan ekonomi yang mencolok di antara anggota masyarakat.
c.       Pemerintah mudah dalam mengatur dan melakukan pembentukan harga pasar atas barang dan jasa.[15]


Kekurangan dari sistem ekonomi sosialis :
a.       Melemahkan bahkan mematikan inisiatif dan kreativitas individu.
b.      Seringkali terjadinya praktek monopoli yang merugikan masyarakat.
c.       Masyarakat tidak memiliki kebebasan di dalam memiliki sumber sumber daya yang ada.[16]

Prinsip Dasar Sistem Ekonomi Sosialis :
Dalam setiap system yang ada baik itu sosial maupun politik memiliki sebuah prinsip yang dipegang sebagai suatu acuan untuk tetap menjaga eksistensi dari sebuah sistem tersebut. Sistem ekonomi sosialis yang memiliki beberapa prinsip diantaranya sebagai berikut :
·         Seluruh bentuk produksi dan sumber pendapatan menjadi milik masyarakat secara keseluruhan. Hak individu untuk memiliki harta atau memanfaatkan produksi tidak diperbolehkan.
·         Kesamaan Ekonomi, bahwa hak-hak individu dalam suatu bidang ekonomi ditentukan oleh prinsip kesamaan.
·         Disiplin Politik Untuk mencapai tujuan diatas, keseluruhan Negara diletakkan dibawah peraturan kaum buruh, yang mengambil alih semua aturan produksi dan distribusi. Kebebasan ekonomi serta hak kepemilikan harta dihapus. Aturan yang diperlakukan sangat ketat untuk lebih menggefektifkan praktek sosialisme.

Berikut penerapan sistem ekonomi pada 3 negara yang di anggap paling sosialis di banding negara yang lainya.
1.      China
Pemerintah China memiliki kendali paling dominan terhadap beberapa penentuan kebijakan dan kegiatan ekonomi di negara tersebut. Namun untuk beberapa sektor, pemerintah China melakukan efisiensi terhadap kebijakan yang dulu pernah diterapkan, seperti fasilitas perlindungan kesehatan yang sekarang tidak di subsidi lagi oleh pemerintah. Ekonomi China awalnya menganut sistem ekonomi sosialis, namun secara lambat laun sistem ekonomi ini mengalami perubahan seiring dengan beberapa arah kebijakan yang ditujukan untuk membangkitkan kembali kestabilan ekonomi.
Saat ini ekonomi China sekilas menganut sistem ekonomi liberal atau kapitalisme, hal ini terlihat dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk membuka pasar bebas internasional. Meskipun terdapat unsur liberal, pemerintah China masih melabeli diri mereka sebagai negara yang pro terhadap sosialisme. Dari model sistem ekonomi yang seperti ini, sebenarnya mereka telah meninggalkan bentuk murni dari sistem ekonomi sosialis. Bentuk soaialis bisa dilihat dari total perusahaan yang ada di China, 70% merupakan BUMN dan sisanya dikuasai oleh swasta. Pertumbuhan angka perusahaan swasta dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, dan inilah yang menunjukkan adanya unsur sosialis dan unsur liberal. Dengan perubahan penerapan sistem ekonomi tersebut berdampak positif bagi perekonomian China yaitu menempatkan negara China sebagai negara kedua dengan pertumbuhan ekonomi terbesar dunia setelah Amerika.
2.      Korea Utara
Sistem ekonomi sosialis di Korea Utara terlihat dengan adanya penguasaan dan kendali penuh oleh pemerintah terhadap seluruh kegiatan ekonomi. Penerapan sistem ekonominya hampir mirip dengan China namun ada sedikit perbedaan yang tidak akan pernah ditemukan, yaitu tidak adanya Bursa Efek di Korea Utara. Indikasi ini menunjukkan bahwa negara Korea Utara sangat tertutup dan tidak mudah untuk membuka penanaman investasi asing di negaranya, dan bisa dibilang sistem ekonomi Korea Utara lebih sosialis dibanding dengan China.
Sekitar pertengahan tahun 1975, Korea Utara mencatat memiliki beberapa kemajuan di banding China pada saat itu, yaitu secara pendidikan dan produktivitas Korea Utara jauh meninggalkan China. Namun kenyataannya dalam menjalankan pemerintahannya, negara ini pernah mengalami beberapa hal yang terburuk dalam sejarahnya, terutama adanya bencana kelaparan yang melanda rakyatnya. Penerapan sistem ekonomi sosialis di negara Korea Utara bisa dibilang tidak cukup sukses, mengingat jika dilihat sampai sekarang pertumbuhan ekonomi negara tersebut mengalami kemunduran dan juga tidak lebih baik dari negara saudaranya yaitu Korea Selatan.
3.      Kuba
Kuba merupakan salah satu negara sosialis yang paling menonjol di antara negara lain dalam menerapkan sistem ekonomi sosialis. Jika kita melihat ciri-ciri negara sosialis, maka semua ciri tersebut hampir seluruhnya dapat terlihat pada negara Kuba, seperti dominannya peran pemerintah dalam mengendalikan seluruh kegiatan ekonomi negara, terdapatnya fasilitas kesehatan yang dibentuk oleh pemerintah untuk rakyatnya, adanya sekolah gratis yang diberikan untuk rakyat di segala jenjang pendidikan, negara memberikan hunian untuk rakyatnya dengan program subsidi, dan negara memberikan subsidi untuk bahan pangan.
Dengan memberikan begitu banyak fasilitas untuk rakyatnya yang sekilas terlihat bahwa negara sangat memperhatikan dan menjamin nasib rakyatnya, namun ada sisi buruk dari penerapan sistem ini di Kuba, yaitu banyaknya fasilitas justru berdampak pada rendahnya upah yang diterima oleh kaum buruh di negara tersebut. Sama seperti Korea Utara, di Kuba juga tidak terdapat pasar Bursa Efek, sehingga Kuba menerapkan sistem perdagangan yang tertutup dari negara lain dan membatasi penanaman investasi asing yang masuk ke negara Kuba.
Perubahan sistem ekonomi Kuba mulai terjadi pada tahun 2010, dimana sistem yang mereka anut hingga sekarang menerapkan sistem ekonomi ganda, yaitu sistem ekonomi sosialis untuk beberapa sektor tertentu, dan sistem ekonomi campuran. Dengan menerapkan dual sistem ini, Kuba mencoba untuk melakukan revolusi untuk mewujudkan pasar bebas dengan membuka kegiatan ekspor impor dengan dunia internasional dan memanfaatkan kekayaan pariwisata. Alasan lain terjadinya perubahan sistem ekonomi adalah karena beban negara dalam memberikan dana subsidi yang begitu besar untuk beragam sektor yang ada dalam negara.
Hancurnya Uni Soviet merupakan titik dimana sistem ekonomi sosialis dianggap gagal, bahkan beberapa negara pecahan Uni Soviet tidak menerapkan sistem ekonomi sosialis lagi. Contohnya China meski mereka menyebut dirinya sosialis namun paham yang mereka terapkan merupakan beberapa prinsip yang menggabungkan antara sosialis dan kapitalis, sehingga perubahan sistem ini mampu membawa China menjadi negara kedua dengan pertumbuhan ekonomi terbesar dunia.


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas dapat kita ambil bahwasanya semua sistem ekonomi itu bagus. Semua sistem ekonomi mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing
Seperti sistem ekonomi kapitalis ynng dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sedangkan sistem ekonomi sosialis dibuat untuk menolong masyarakat yang kurang beruntung dan tertindas dengan sedikit bergantung pada campur tangan pemerintah. Pinsip sosialis adalah dihapusnya sistem kepemilikan individu. kepemilikan diserahkan sepenuhnya kepada Negara.



DAFTAR PUSTAKA


[1]Dicky Sumarso, "Sistem Perekonomian Negara Negara di Dunia", Jurnal Akutansi dan Pajak, Vol.16, No.02, Januari 2016, h. 20
[2]Dicky Sumarso, "Sistem Perekonomian Negara Negara di Dunia", Jurnal Akutansi dan Pajak, Vol.16, No.02, Januari 2016, h. 21
[3]Amin Suma, Menggali Akar Mengurai Serat Ekonomi Dan Keuangan Islam, (Cet. I Jakarta:Kholam Publising,2008), h. 143.
[4]Agustianti "Sistem Ekonomi Kapitalisme" Academica. Vol 1, No 2, (2009).
[5]Muhammad Abdul Mannan. Teori dan Praktek Ekonomi Islam, (Yogyakarta:Dana Bhakti Prima Yasa,2011), h. 311-312.
[6]Hafidz Abdur Rahman, Muqaddimah Sistem Ekonomi Islam, (cet ke I Bogor:Al-Azhar press,2011), h. 13.
[7] Efriza, ILMU POLITIK Dari Ilmu Politik Sampai Sistem Pemerintahan, (Bandung:Alfabeta,2008), h. 105.
[8]Muhammad Abdul Mannan. Teori dan Praktek Ekonomi Islam…, h. 312-316
[9]Indah Piliyanti, Menggugat Sistem Kapitalisme, Jurnal Ekonomi Islam,Vol.3,No.1, Juli 2009.
[10]Muhammad Tho'in, "Konsep Ekonomi Jalan Tengah" (Kapitalis-Sosialis), JURNAL ILMIAH EKONOMI ISLAM,Vol.01,No.03, November 2015, h. 125.
[11]Amin Suma, Menggali Akar Mengurai Serat Ekonomi Dan Keuangan Islam…, h. 145.
[12]Ambok Pangiuk, "Kepemilikan Kapitalis dan Sosialis" (Konsep Tauhid Dalam Sistem Islam), Jurnal Kajian Ekonomi Islam dan Kemasyarakatan,vol.4,No.2, Desember 2011.
[13]Muhammad Abdul Mannan. Teori dan Praktek Ekonomi Islam, h. 317-319.
[14]Muhammad Tho'in, "Konsep Ekonomi Jalan Tengah" (Kapitalis-Sosialis)…, h.125.
[15]Muhammad Tho'in, "Konsep Ekonomi Jalan Tengah" (Kapitalis-Sosialis)…, h.126.
[16]Muhammad Tho'in, "Konsep Ekonomi Jalan Tengah" (Kapitalis-Sosialis).

No comments:

Post a Comment

perbedaan dan dampak Sistem ekonomi di Dunia Kapitalis dan Sosialis

PRAKTEK DAN DAMPAK SISTEM EKONOMI KAPITALIS DAN EKONOMI SOSIALIS BAB I                             PENDAHULUAN A.     Lata...